Kita hidup di planet yang berkerak dengan lapisan tebal bebatuan. Batu merupakan bagian dasar yang memadati Bumi. Bebatuanlah yang menopang segala sesuatu dari tanah tempat kita berjalan hingga ke samudera, padang pasir dan pegunungan.
Jika kita berbicara bebatuan kita juga membicarakan mineral. Seluruh jenis bebatuan terbuat dari banyak mineral. Para ahli geologi menjelaskan sebuah mineral sebagai suatu benda padat yang tercipta alami yang memiliki komposisi kimia yang nyata dan struktur bagian dalam yang tetap.
Mineral dapat berwujud elemen atau senyawa. Emas, perak dan permata adalah tiga contoh. Bumi secara terus menerus berubah begitu juga bebatuan dan mineral yang mengisinya. Bebatuan dan mineral itu terdistribusi dan terputarkan terus menerus dalam sebuah proses yang disebut “rock cycle” (siklus batu).
Melalui jutaan tahun, bebatuan secara terus menerus terbentuk, berubah dan hancur. Pada permukaan bumi, manusia meruntuhkan bebatuan bumi dan menjadikannya barang perkakas.
Melalui sejarah, kita telah belajar bergantung pada bebatuan dan mineral. Hari ini, bebatuan dan mineral membantu kita melapisi jalanan, menopang bangunan dan menghiasi hidup kita.
Kekuatan alam juga menjadikan jalan bagi batu untuk muncul di permukaan bumi. Angin, air, dan gravitasi selalu berproses meratakan atau mengikis bebatuan di sekitar kita. Akibatnya bisa sangat dramatis.
Akan tetapi bagi semua kerusakaan ini, bebatuan baru terus menerus terbentuk. Beberapa partikel bebatuan tersimpan dan mengeras ke dalam bebatuan sedimen. Yang lainnya terbakar, terpadatkan, terpanggang dan mengkristal kembali di bawah permukaan bumi.
Temperatur yang begitu panas pada kedalaman paling dalam bumi di mana bebatuan dan mineral seringkali melebur dan menjadi benda cair. Lama kelamaan, cairan tersebut menjadi dingin membentuk bebatuan baru yang kadangkala terdorong ke permukaan bumi kembali. Kadang proses ini terjadi dengan cepat ketika terjadi peristiwa seperti letusan gunung berapi dan gempa bumi. Tetapi sering kali, hal itu terjadi setelah berjuta-juta tahun.
Sebagai akibat dari siklus yang terus menerus ini, bumi menopang sangat banyak macam bebatuan yang berbeda mineral yang menyusunnya.
Bebatuan bervariasi dalam warna, teksture, kelembekan dan lainya. Para ahli geologi mempelajari bebatuan ini untuk mencari petunjuk berharga mengenai sejarah bumi.
Seperti cincin pada pohon, bebatuan memegang informasi tentang lingkungan masa silam dan peristiwa yang membentuknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar